Ateisme Berbicara, Tuhan dan Teka-Tekinya

Percaya.web.id – Ateisme Berbicara, Tuhan dan Teka-Tekinya, sosok yang transenden (absurd) tak pernah terlihat oleh mata dan tersentuh oleh apapun. Seperti apakah sosok-Nya dan bagaimanakah Dia di sebut ada. Mempercayainya adalah kehampaan yang abadi. Ribuan tahun yang lalu, popularitas namanya tak pernah mati sampai sekarang, meskipun sosok Diri-Nya masih belum bisa ditangkap oleh Ilmu fenomenologi Empirik. Lalu, ketika Ateisme Berbicara, Tuhan dan Teka-Tekinya, maka terkuaklah sangkakala ketidakpercayaan akan Tuhan.

Ateisme Berbicara, Tuhan dan Teka-Tekinya

Ateisme adalah suatu paham filsafat yang menolak adanya eksistensi Tuhan. Ateisme mempuyai bentuk yang bermacam-macam dan di kembangkan dalam aliran-aliran filsafat seperti Empirisme dengan tokohnya David Hume, aliran filsafat Positivisme dengan tokohnya Auguste Comte, aliran Materialisme dengan tokohnya
Ludwig Feuerbach dan Karl Marx, aliran Humanisme dan Eksistensialisme dengan tokohnya Nietzsche dan J.P Sartre. Pada intinya mereka menolak dan menentang
eksistensi Tuhan dan agama. Ia adalah musuh kemanusian, musuh agama dan kepercayaan terhadapAllah.

Baca : Teologi Liberal

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ateisme adalah Paham yang tidak mengakui adanya Tuhan. Berbicara tentang Tuhan, sudah pasti ini bukan konsep yang sembarang konsep. Rancangan asal mula konsep ini muncul dimulai ketika manusia mempertanyakan asal-usulnya. Dari mana aku dan kemana aku.

Ateisme Berbicara, Tuhan dan Teka-Tekinya :

  • Scienteisme berpendapat bahwa semua peryataan yang tidak bisa di virifikasi adalah tidak bermakna. Karena semua kenyataan tentang Tuhan tidak dapat verifikasi, maka semua peryataan jenis ini tidak bermakna pula. Termaksud dalam hal ini adalah Positivisme logis dan Empirisme radikal.
  • Humanisma ateisme, menyangkal adanya Tuhan, karena pengesahan adanya Tuhan merintangi kebebasan manusia. Percaya akan Tuhan berarti mengasingkan manusia dari dirinya sendiri.
  • Materialisme dialektis, hekekat kenyataan adalah yang materil, sementara surga, kehidupan akhirat hayalah belaka. Menurut paham tersebut agama berbahaya
    karena merupakan cando yang akan membius dan melenakan manusia.
  • Ateisme relegius, yaitu ateisme dalam teologi. Misalnya aliran ini yang menamakan sebagai radical theology yang mengumumkan Injil tanpa Tuhan, teologi kematian Allah.
  • Ateisme yang mencari dialog dengan agama Masehi. Menurut aliran ini setiap agama pada dasarnya merupakan sebuah jalan buntu. Meskipun tidak mengakui adanya Tuhan, aliran ini tetap mengajak dialog agama Masehi. Dengan kata mereka dapat di katakan sebagai ateis namun bukan anti-teis.
    Source : Harry Hamersma, Op Cit, hlm. 42 dan lihat dalam Arqom
    Kuswanjono, Op, Cit, hlm 33-34

Sebenarny masih banyak hal yang berkaitan dengan Ateisme Berbicara, Tuhan dan Teka-Tekinya. Tetapi karena saya sudah ngantuk, jadi, besok-besok baru update lagi. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Percaya.web.id © 2016-2017 Percaya.web.id Situs Review Agen Bandar Poker DominoQQ BandarQ Capsa Online Terpercaya
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
error: Content is protected !!